Hot Topics

Author: admin

Bentang hutan di Kabupaten Pakpak Bharat menjadi habitat penting orangutan sumatera yang menghubungkan Suaka Margasatwa Siranggas dan Hutan Lindung Batu Ardan. Upaya membangun kembali koridor ekologis dinilai penting untuk menjaga pergerakan dan keragaman genetik populasi satwa tersebut.

Menghubungkan Kembali Jalur Jelajah Orangutan Sumatera di Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT, ForestEarth.id – Desa Perolihen, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jahe Kabupaten Pakpak Bharat adalah salah satu desa penghasil durian di Sumatera Utara. Musim panen durian di kabupaten ini diprediksi akan jatuh pada bulan Agustus. Biasanya, warga akan berjaga-jaga di lading untuk menghalau datangnya monyet ekor panjang atau siamang hingga orangutan sumatera (Pongo abelii). Beberapa […]
Read more
Petugas Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh bersama Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera mengamankan barang bukti berupa chainsaw, sepeda motor, dan peralatan lain yang diduga digunakan dalam aktivitas pembalakan liar di Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sirih Sirih, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Foto: Kementerian Kehutanan.

Dua Pelaku Pembalakan Liar di Hutan Penyangga TN Bukit Tigapuluh Ditetapkan Tersangka

JAMBI, ForestEarth.id  – Kementerian Kehutanan menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus pembalakan liar (illegal logging) di Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sirih Sirih, Desa Muara Danau, Kecamatan Renah Mendalu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Kawasan tersebut merupakan hutan penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) yang memiliki peran penting menjaga fungsi ekologis kawasan konservasi. Dalam keterangan tertulisnya […]
Read more
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana uji materi UU Konservasi, Selasa (14/7/2026). Dalam persidangan, para pemohon menilai konsep Areal Preservasi dalam UU KSDHE menyimpang dari pendekatan Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECM) yang mengakui wilayah kelola masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati. (HO)

AMAN dan KIARA Gugat UU Konservasi ke MK: Areal Preservasi Abaikan Hak Kelola Masyarakat Adat

JAKARTA, ForestEarth.id – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menggugat sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU KSDHE) ke Mahkamah Konstitusi. Para pemohon menilai konsep Areal Preservasi dalam undang-undang tersebut mengabaikan […]
Read more
Potret SM Rawa Singkil dari atas. Aceh, Jumat (10/7/2026). Evaluasi tidak hanya menilai status kawasan, tetapi juga memastikan fungsi perlindungan ekosistem gambut dan habitat satwa liar, termasuk orangutan Sumatera dan harimau Sumatera, tetap berjalan secara efektif. (Junaidi Hanafiah)

Evaluasi Kesesuaian Fungsi SM Rawa Singkil Diperkuat dengan Data Register Terbaru

MEDAN, ForestEarth.id – Pelaksanaan Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) Suaka Margasatwa Rawa Singkil perlu mengacu pada data register kawasan terbaru agar seluruh analisis dan rekomendasi memiliki pijakan hukum serta dasar spasial yang sama. Hal ini mengemuka pada FGD EKF SM Rawa Singkil di Kota Subulussalam, pada 10 Juli 2026. Dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (10/7/2026) disebutkan, […]
Read more
Tutupan hutan hujan tropis di Sumatera. Selain menyimpan karbon pada pepohonan, ekosistem hutan juga menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar di dalam tanah. Penelitian terbaru menunjukkan simpanan karbon tersebut dapat menjadi lebih rentan terlepas ke atmosfer ketika suhu bumi terus meningkat.

Riset 37 Tahun Ungkap Karbon yang Disimpan Tanah Tidak Aman Lagi

MEDAN, ForestEarth.id – Sebuah studi jangka panjang yang dipublikasikan dalam jurnal Science of the Total Environment mengungkap bahwa karbon tanah yang selama ini dianggap stabil ternyata tetap dapat terurai ketika suhu bumi meningkat. Akibatnya, karbon tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer dalam bentuk karbon dioksida (CO₂), gas rumah kaca utama penyebab pemanasan global. Temuan ini berasal […]
Read more
Ilustrasi AI seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di kawasan hutan tropis. BBKSDA Riau meningkatkan upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar setelah dua warga tewas dalam sepekan di Kabupaten Pelalawan.

Usai Bocah 12 Tahun, Kini Pria 29 Tahun Tewas Diduga Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan

PEKANBARU, ForestEarth.id – Belum genap sepekan setelah seorang bocah berusia 12 tahun tewas diduga diserang Harimau Sumatera, seorang pria berusia 29 tahun kembali menjadi korban di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI), Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Korban kedua bernama Eko Prasetyo (29). Ia dilaporkan tewas setelah diduga diterkam Harimau Sumatera pada Jumat […]
Read more
Ilustrasi Harimau Sumatera. Konflik antara manusia dan satwa liar masih menjadi tantangan konservasi di sejumlah bentang alam di Pulau Sumatra.

Temani Kakak Cuci Peralatan Makan, Bocah 12 Tahun Tewas Diserang Harimau Sumatera

PEKANBARU, ForestEarth.id – Seorang bocah berusia 12 tahun tewas setelah diduga diserang Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat menemani kakaknya mencuci peralatan makan di camp pekerja kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI), Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB pada Selasa (7/7/2026). Berdasarkan […]
Read more
Perwakilan AMAN, KIARA, masyarakat adat, dan komunitas lokal mengikuti sidang perdana uji materi UU KSDHE di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Para pemohon meminta Mahkamah memperkuat pengakuan terhadap hak masyarakat adat dalam pengelolaan kawasan konservasi serta menilai sejumlah ketentuan dalam UU tersebut berpotensi mengkriminalisasi praktik-praktik tradisional. (Foto: KIARA)

Konservasi Tidak Boleh Mengkriminalisasi Penjaga Alam

JAKARTA, ForestEarth.id – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU KSDHE) ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menilai sejumlah ketentuan dalam undang-undang tersebut mengabaikan hak kelola masyarakat adat dan komunitas lokal, bahkan berpotensi mengkriminalisasi praktik-praktik […]
Read more
Kotoran gajah sumatera ditemukan di kawasan Resort Tenggulun, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tamiang, Rabu (1/7/2026). Temuan ini menjadi bukti bahwa kawasan yang tengah dipulihkan dari perkebunan sawit ilegal tersebut masih menjadi habitat dan jalur jelajah satwa kunci Leuser.

Jejak Gajah Menjadi Penanda Harapan Pemulihan Habitat Satwa Kunci Leuser

ACEH TAMIANG, ForestEarth.id – Tumpukan kotoran gajah masih tampak berserakan di antara semak belukar dan batang-batang kelapa sawit yang belum lama ditebang di Resort Tenggulun, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kabupaten Aceh Tamiang. Jejak itu menjadi bukti bahwa kawasan yang sempat dirambah menjadi kebun sawit ilegal tersebut masih menjadi habitat penting satwa liar, sekaligus menguatkan […]
Read more
Di bawah terik matahari, tim restorasi menumbangkan sisa-sisa kelapa sawit ilegal di Resort Tenggulun, Aceh Tamiang. Setiap batang yang tumbang menjadi langkah awal mengembalikan hutan Leuser sebagai habitat satwa liar sekaligus penyangga kehidupan jutaan masyarakat.

Perjalanan Memulihkan Leuser di Tenggulun

ACEH TAMIANG, ForestEarth.id – Panas menyengat pada Rabu (1/7/2026) siang. Tepat saat matahari berada di atas kepala, seorang pria membawa chainsaw berjalan dari pondok sederhana menuju perbukitan. Melintasi jalan setapak dan becek. Tak terlihat nafasnya terengah saat melewati tanjakan dan turunan. Di bukit yang dituju, beberapa batang kelapa sawit berusia muda tak akan bisa hidup […]
Read more

Author: admin

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.