Hot Topics

Category: Iklim

Tutupan hutan hujan tropis di Sumatera. Selain menyimpan karbon pada pepohonan, ekosistem hutan juga menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar di dalam tanah. Penelitian terbaru menunjukkan simpanan karbon tersebut dapat menjadi lebih rentan terlepas ke atmosfer ketika suhu bumi terus meningkat.

Riset 37 Tahun Ungkap Karbon yang Disimpan Tanah Tidak Aman Lagi

MEDAN, ForestEarth.id – Sebuah studi jangka panjang yang dipublikasikan dalam jurnal Science of the Total Environment mengungkap bahwa karbon tanah yang selama ini dianggap stabil ternyata tetap dapat terurai ketika suhu bumi meningkat. Akibatnya, karbon tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer dalam bentuk karbon dioksida (CO₂), gas rumah kaca utama penyebab pemanasan global. Temuan ini berasal […]
Read more
Kotoran gajah sumatera ditemukan di kawasan Resort Tenggulun, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tamiang, Rabu (1/7/2026). Temuan ini menjadi bukti bahwa kawasan yang tengah dipulihkan dari perkebunan sawit ilegal tersebut masih menjadi habitat dan jalur jelajah satwa kunci Leuser.

Jejak Gajah Menjadi Penanda Harapan Pemulihan Habitat Satwa Kunci Leuser

ACEH TAMIANG, ForestEarth.id – Tumpukan kotoran gajah masih tampak berserakan di antara semak belukar dan batang-batang kelapa sawit yang belum lama ditebang di Resort Tenggulun, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kabupaten Aceh Tamiang. Jejak itu menjadi bukti bahwa kawasan yang sempat dirambah menjadi kebun sawit ilegal tersebut masih menjadi habitat penting satwa liar, sekaligus menguatkan […]
Read more
Di bawah terik matahari, tim restorasi menumbangkan sisa-sisa kelapa sawit ilegal di Resort Tenggulun, Aceh Tamiang. Setiap batang yang tumbang menjadi langkah awal mengembalikan hutan Leuser sebagai habitat satwa liar sekaligus penyangga kehidupan jutaan masyarakat.

Perjalanan Memulihkan Leuser di Tenggulun

ACEH TAMIANG, ForestEarth.id – Panas menyengat pada Rabu (1/7/2026) siang. Tepat saat matahari berada di atas kepala, seorang pria membawa chainsaw berjalan dari pondok sederhana menuju perbukitan. Melintasi jalan setapak dan becek. Tak terlihat nafasnya terengah saat melewati tanjakan dan turunan. Di bukit yang dituju, beberapa batang kelapa sawit berusia muda tak akan bisa hidup […]
Read more
Potret Sungai Deli di Kota Medan, Sumatera Utara. Kualitas sungai di Indonesia masih menghadapi berbagai tekanan akibat pencemaran dan degradasi daerah aliran sungai (DAS). Melalui program BioGenZ DAS Sehat dalam gerakan JAGA SUNGAI NUSANTARA, Perkumpulan Telapak Indonesia melibatkan 4.000 generasi muda sebagai *citizen scientist* untuk memantau kesehatan sungai dan mendukung upaya pemulihan DAS berbasis data serta partisipasi masyarakat.

Libatkan 4.000 Gen Z, Telapak Ajak Pantau Kesehatan Sungai Indonesia

JAKARTA, ForestEarth.id – Perkumpulan Telapak Indonesia meluncurkan JAGA SUNGAI NUSANTARA, sebuah gerakan nasional yang melibatkan 4.000 generasi muda sebagai citizen scientist untuk memantau kesehatan daerah aliran sungai (DAS) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program BioGenZ DAS Sehat, Telapak ingin memperkuat pemantauan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus memperluas partisipasi Gen Z dalam upaya pemulihan sungai. Dalam keterangan […]
Read more
Tumpukan kayu di sebuah sawmill di Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi bukti bahwa praktik pembalakan liar masih terus mengancam hutan Sumatera Utara. Operasi Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera bersama KPH XIII Humbahas berhasil mengamankan 219 batang kayu log ilegal yang diduga tidak memiliki dokumen maupun penanda legalitas resmi. (AI)

GJI Apresiasi Gakkum Kemenhut Bongkar Kejahatan Timbun Kayu Ilegal di Humbahas

HUMBAHAS, ForestEarth.id – Green Justice Indonesia (GJI) mengapresiasi keberhasilan tim gabungan yang mengamankan 219 batang kayu log (bulat) ilegal di sawmill UD PJL, Desa Aek Lung, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Koordinator Advokasi GJI, Hendrawan Hasibuan, mengungkapkan bahwa para pelaku pembalakan liar kini makin lihai dalam menyembunyikan barang bukti. “Kita sangat […]
Read more
Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) menyandang status sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan menjadi benteng terakhir berbagai satwa kunci di Pulau Sumatera, kawasan ini juga memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan masyarakat dan fondasi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Kawasan Ekosistem Leuser Sebagai Prioritas Pembangunan (1/4)

MEDAN, ForestEarth.id – Bukan tanpa alasan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) menyandang status sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN). Selain menjadi benteng terakhir berbagai satwa kunci di Pulau Sumatera, kawasan ini juga memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan masyarakat dan fondasi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara. Karena itu, status KSN semestinya menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan […]
Read more
Koordinator Riset Biodiversitas Orangutan Information Centre (OIC), Susandro Frima Sitorus, memaparkan hasil kajian koridor ekologis di bentang alam Pakpak Bharat–Dairi sebagai habitat penting orangutan sumatera dan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser.

Tak Cukup Hanya Mempertahankan Hutan yang Tersisa (4/4)

MEDAN, ForestEarth.id — Upaya menjaga Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) tidak cukup hanya mempertahankan kawasan hutan yang masih tersisa. Di banyak lokasi, habitat satwa liar telah terfragmentasi akibat pembangunan jalan, perubahan penggunaan lahan, hingga ekspansi perkebunan. Karena itu, menjaga keterhubungan antar habitat melalui pembangunan koridor ekologis dinilai menjadi salah satu strategi penting agar fungsi bentang alam […]
Read more
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Subhan, dan Kepala Bidang Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan DLHK Provinsi Sumatera Utara, Melvi Sinaga, menegaskan perlindungan Kawasan Ekosistem Leuser harus dilakukan melalui pengelolaan bentang alam secara terpadu, dari kawasan inti hingga wilayah penyangga dan ruang hidup masyarakat.

Menjaga Masa Depan Leuser Lewat Kolaborasi (Bagian 3/4)

MEDAN, ForestEarth.id — Melindungi Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) tidak cukup dilakukan dengan menjaga kawasan konservasi semata. Bentang alam Leuser yang melintasi Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dan menjadi penyangga kehidupan jutaan penduduk membutuhkan pendekatan yang lebih luas, yakni mengelola seluruh lanskap secara terpadu, mulai dari kawasan inti, kawasan penyangga, hingga wilayah yang menjadi ruang hidup […]
Read more
Akademisi Universitas Sumatera Utara, Onrizal PhD, menegaskan perlindungan Kawasan Ekosistem Leuser harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah, bukan hanya agenda konservasi, dengan target, program, dan dukungan anggaran yang jelas.

Leuser Bukan Sekadar Agenda Konservasi (2/4)

MEDAN, ForestEarth.id — Perlindungan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) tidak cukup lagi dipahami sebagai agenda konservasi semata. Bentang alam yang menjadi rumah terakhir berbagai satwa kunci Sumatera itu dinilai harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah, memiliki target yang terukur, dukungan anggaran yang memadai, hingga menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah. Pandangan tersebut mengemuka […]
Read more

Category: Iklim

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.