Hot Topics

Tag: Panut Hadisiswoyo

Sebuah perjalanan dedikasi seperempat abad dalam menjaga paru-paru dunia dan menyelamatkan satwa endemik Sumatra mencapai tonggak sejarah baru. Yayasan Orangutan Sumatra Lestari - Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) merayakan hari jadinya yang ke-25 sekaligus meluncurkan buku otobiografi sang pendiri, Panut Hadisiswoyo, yang bertajuk "Panut Hadisiswoyo: Berdiri di Garis Terakhir".

Luncurkan Otobiografi, Panut Hadisiswoyo Ungkap Filosofi “Berdiri di Garis Terakhir” dalam Menjaga Ekosistem

MEDAN, ForestEarth.id – Sebuah perjalanan dedikasi seperempat abad dalam menjaga paru-paru dunia dan menyelamatkan satwa endemik Sumatra mencapai tonggak sejarah baru. Yayasan Orangutan Sumatra Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) merayakan hari jadinya yang ke-25 sekaligus meluncurkan buku otobiografi sang pendiri, Panut Hadisiswoyo, yang bertajuk “Panut Hadisiswoyo: Berdiri di Garis Terakhir”. Acara yang berlangsung hangat […]
Read more
Kotoran gajah sumatera ditemukan di kawasan Resort Tenggulun, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tamiang, Rabu (1/7/2026). Temuan ini menjadi bukti bahwa kawasan yang tengah dipulihkan dari perkebunan sawit ilegal tersebut masih menjadi habitat dan jalur jelajah satwa kunci Leuser.

Jejak Gajah Menjadi Penanda Harapan Pemulihan Habitat Satwa Kunci Leuser

ACEH TAMIANG, ForestEarth.id – Tumpukan kotoran gajah masih tampak berserakan di antara semak belukar dan batang-batang kelapa sawit yang belum lama ditebang di Resort Tenggulun, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kabupaten Aceh Tamiang. Jejak itu menjadi bukti bahwa kawasan yang sempat dirambah menjadi kebun sawit ilegal tersebut masih menjadi habitat penting satwa liar, sekaligus menguatkan […]
Read more
Di bawah terik matahari, tim restorasi menumbangkan sisa-sisa kelapa sawit ilegal di Resort Tenggulun, Aceh Tamiang. Setiap batang yang tumbang menjadi langkah awal mengembalikan hutan Leuser sebagai habitat satwa liar sekaligus penyangga kehidupan jutaan masyarakat.

Perjalanan Memulihkan Leuser di Tenggulun

ACEH TAMIANG, ForestEarth.id – Panas menyengat pada Rabu (1/7/2026) siang. Tepat saat matahari berada di atas kepala, seorang pria membawa chainsaw berjalan dari pondok sederhana menuju perbukitan. Melintasi jalan setapak dan becek. Tak terlihat nafasnya terengah saat melewati tanjakan dan turunan. Di bukit yang dituju, beberapa batang kelapa sawit berusia muda tak akan bisa hidup […]
Read more
Selama 21 tahun, Beasiswa Peduli Orangutan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang akan memimpin kerja-kerja konservasi di masa depan. Hingga 2026, program yang diinisiasi Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) bersama Orangutan Republik Foundation (OURF) ini telah mendukung 213 mahasiswa, dengan 175 alumni yang kini berkiprah di lembaga konservasi, instansi pemerintah, dan dunia akademik.

Beasiswa Peduli Orangutan: 21 Tahun Membangun Generasi Konservasi

MEDAN, ForestEarth.id – Selama 21 tahun berkiprah, Beasiswa Peduli Orangutan terus menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda untuk memimpin kerja kerja konservasi di masa depan. Hingga 2026, program yang diinisiasi Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) bersama Orangutan Republik Foundation (OURF) ini telah mendukung 213 mahasiswa, dengan 175 alumni yang telah menyelesaikan pendidikan. Dalam keterangan […]
Read more
Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) menyandang status sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan menjadi benteng terakhir berbagai satwa kunci di Pulau Sumatera, kawasan ini juga memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan masyarakat dan fondasi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Kawasan Ekosistem Leuser Sebagai Prioritas Pembangunan (1/4)

MEDAN, ForestEarth.id – Bukan tanpa alasan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) menyandang status sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN). Selain menjadi benteng terakhir berbagai satwa kunci di Pulau Sumatera, kawasan ini juga memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan masyarakat dan fondasi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara. Karena itu, status KSN semestinya menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan […]
Read more
Koordinator Riset Biodiversitas Orangutan Information Centre (OIC), Susandro Frima Sitorus, memaparkan hasil kajian koridor ekologis di bentang alam Pakpak Bharat–Dairi sebagai habitat penting orangutan sumatera dan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser.

Tak Cukup Hanya Mempertahankan Hutan yang Tersisa (4/4)

MEDAN, ForestEarth.id — Upaya menjaga Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) tidak cukup hanya mempertahankan kawasan hutan yang masih tersisa. Di banyak lokasi, habitat satwa liar telah terfragmentasi akibat pembangunan jalan, perubahan penggunaan lahan, hingga ekspansi perkebunan. Karena itu, menjaga keterhubungan antar habitat melalui pembangunan koridor ekologis dinilai menjadi salah satu strategi penting agar fungsi bentang alam […]
Read more
Kepulauan Mentawai di Provinsi Sumatera Barat menyimpan budaya dan keanekaragaman hayati yang unik. Masyarakat adat secara turun temurun hidup berdampingan bersama alam dengan masa depan yang penuh tantangan.

Menguatkan Komitmen untuk Pengakuan Hutan Adat dan Konservasi Primata

MENTAWAI, ForestEarth.id – Kepulauan Mentawai di Provinsi Sumatera Barat menyimpan budaya dan berbagai keanekaragaman hayati yang unik. Masyarakat adat secara turun temurun hidup berdampingan bersama alam dengan masa depan yang penuh tantangan. Diperlukan penguatan terhadap masyarakat adat sekaligus wilayah kelolanya yang menjadi habitat bagi primata endemik Mentawai yang berstatus dilindungi. Direktur Green Justice Indonesia (GJI, […]
Read more

Tag: Panut Hadisiswoyo

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.